Ajang olahraga internasional tidak hanya menjadi magnet bagi atlet, tetapi juga menyulut tren wisata baru yang kini dikenal sebagai ‘racecation’. Fenomena ini muncul ketika peserta lomba tidak hanya berfokus pada kompetisi, tetapi juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berlibur. Contoh terbaru dari perkembangan ini terlihat dalam ajang Hainan (Sanya) Marathon yang digelar pada akhir pekan terakhir tahun 2025, sebuah peristiwa yang tidak hanya membawa atlet berkelas A, tetapi juga mendongkrak sektor pariwisata Sanya di Hainan, Tiongkok.
Ajang Maraton Bereputasi Kelas Dunia
Diadakan sejak peluncuran Hainan Free Trade Port, Sanya Marathon telah mendapatkan reputasi internasional dengan cepat. Dalam jangka waktu singkat, acara ini tidak hanya mendapatkan sertifikasi Kelas A dari Asosiasi Atletik Tiongkok tetapi juga menarik pelari dunia untuk berlomba sambil menikmati pesona alam tropis Sanya. Kesuksesan penyelenggaraan ini memperlihatkan bagaimana lokasi dan pengelolaan acara yang baik bisa mempertemukan dunia olahraga dengan industri pariwisata.
Pertumbuhan Ekonomi Lokal Melalui Pariwisata
Peningkatan jumlah pengunjung yang berpartisipasi dalam maraton juga memicu lonjakan pendapatan di sektor pariwisata lokal. Hotel-hotel di sekitar kota Sanya melaporkan tingkat hunian yang mencapai puncaknya, sementara restoran dan tempat hiburan mengalami peningkatan kunjungan. Fenomena ini tidak hanya memberi manfaat bagi sektor perhotelan tetapi menyejahterakan masyarakat lokal melalui penciptaan lapangan kerja dan merangsang ekonomi regional secara keseluruhan.
Analisis Tren ‘Racecation’
Tren ‘racecation’ seperti yang terlihat di Sanya menunjukkan bahwa wisata olahraga memiliki potensi besar untuk dikembangkan lebih lanjut. Wisatawan yang tertarik dengan maraton memilih tujuan yang tidak hanya menawarkan tantangan lomba tetapi juga kesempatan untuk bersantai dan menjelajahi lingkungan baru. Ini menjadi pola pikir baru bagi penyelenggara acara dan pemerintah lokal dalam merancang strategi yang dapat meningkatkan daya tarik destinasi baik untuk kompetitor maupun turis.
Dampak Terhadap Industri Perhotelan dan Katering
Industri perhotelan dan katering mendapatkan keuntungan signifikan dari event seperti Sanya Marathon. Mereka dituntut untuk menyediakan layanan berstandar internasional bagi tamu internasional yang datang untuk berlomba. Hal ini mendorong perkembangan standar layanan dan pelayanan yang lebih baik, serta inovasi dalam produk dan layanan yang ditawarkan. Selain itu, karena acara tersebut juga menarik pengunjung yang lebih luas, ini adalah kesempatan bagi industri lokal untuk mempromosikan kuliner dan budaya setempat.
Potensi Pertumbuhan Acara Olahraga di Asia
Melihat keberhasilan Sanya Marathon, banyak pihak berharap Asia secara umum dapat menjadi pusat bagi acara-acara olahraga berkelas dunia. Dengan infrastruktur yang terus berkembang dan destinasi pariwisata yang tiada duanya, negara-negara di Asia memiliki kesempatan untuk memanfaatkan tren ‘racecation’ ini. Potensi pertumbuhan ini tidak hanya terbatas pada maraton, tetapi juga berbagai cabang olahraga lainnya, seperti triatlon dan lomba sepeda.
Kesimpulannya, tren ‘racecation’ merupakan salah satu contoh bagaimana olahraga dapat disinergikan dengan pariwisata untuk mendongkrak perekonomian lokal. Penyelenggaraan Sanya Marathon di Hainan menunjukkan potensi besar yang dimiliki oleh acara olahraga dalam meningkatkan visibilitas dan daya tarik suatu destinasi. Sebagai langkah ke depan, kolaborasi antara pemangku kepentingan di sektor olahraga dan pariwisata harus terus ditingkatkan untuk memaksimalkan manfaat yang bisa diraih dari tren ini. Dengan strategi yang tepat, Asia bisa berkembang menjadi destinasi utama bagi wisata olahraga dunia.
